Tampilkan postingan dengan label pokoknya nulis aja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pokoknya nulis aja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2012

a story


You know what’s sad about love?
It’s when you happen to know that there’s just no hope for you being together yet
 you still pray to make it works.
It’s when your mind says let go but your heart says hold on.
And most of all, it’s when no matter how you try to forget him/her you just can’t,
Because of the fact that you still love him/her and you just don’t know why.

Try to loving someone you have loved before
 and you’ll realize that it will either lead to the same thing that happened before
or something better.
Not hard isn’t it?

“But why not try loving someone that doesn’t love you back?
It’s either you see yourself giving up or dying daily”
-Greys Anatomy-

“If you love and get hurt, love more..
If you love more and get hurt more, love even more..
If you love even more and get hurt even more,
Love some more until it hurts no more..”
-Shakespeare-

The gauge of how much you truly treasure something or someone
Is not how happy you are with them,
But how sad you are when you lose them.
One grows distant from another not because of indifference,
But because of fear.
There’s the fear that the hurt gets greater as one get closer..

A recognition of the tendency to fall deeply,
 and consequently drown in a quicksand of stupid irrationalities..
sometimes, what drives one away is not the absence of emotion.
But the overwhelming presence of it..

Falling in love is never a decision, always by chance.
Staying in love is never a chance, always by choice.
And falling out of love is never a choice, always a decision.

attraction come to us by chance.
But  true love that lasts is truly a choice

Listen me,
Fate brings you together,
But it still up to you to make it happen.
We may meet someone by chance,
But loving and staying with him/her is still  a choice..

Just because my heart doesn’t have tears,
It doesn’t mean my heart doesn’t cry..
Just because you always see me strong,
It doesn’t mean there’s nothing wrong.

Sometimes I choose to pretend I’m happy,
So I don’t have to explain to people who would never even understand.

Smiling is always easier than explaining to all why I am sad..

It’s never the tears that measure the pain,
Sometimes it’s the smile we fake..

A person who truly loves you is someone who sees the pain in your eyes
When everyone still believes in the smile on your face..
The person you love  most has the best capacity to make you the happiest person in the world,
And may give you the worst heartache you can never imagine..

Time can heal wounds,
but it can never get back what we once had and lost.
Time can’t tell when or how we would move on after all was said and done..

In life, I have done every way of fighting.
Heard every painful truth.
Been in every heartbreaking scene,
And felt every dreadful feeling...

I thought going thru it all,
will then make me realize that I have to stop the fight at least to save a little for myself..
but, you know what’s funny?
Its when I seem to be so much tired of it all,
But still I can’t just quit no matter how hard it is.

And I have to continue hoping that one day,
I’ll be able to find someone w ho could love me not just “right” but “real”..

Love is like giving someone a gun.
Having them point it at your heart.
And trusting them to never pull the trigger..

I don’t know why we all hang on to something we know better off letting go..
It’s like we scared to lose what we don’t even really have..

Some of us say we would rather have that something that absolutely nothing..
But the truth is, “to have it halfway is harder than not having it at all’’..

I want to know someone who could ease the pain that I have,
Stay here till every drop of tears that I have had fallen.
Till every strength that I have has already passed out,
Then I can no longer move..

Time may take us away,
Space may keep us apart,
Rumors and hurts may break us down,
Yet, no matter where life leads us,,
I will still take care of my heart until the right time..





by: NNMM





Minggu, 08 April 2012

secangkir oleh-oleh


      Bandung merupakan salah satu kota paling terkenal di Indonesia, banyak sekali tempat menarik yang bisa kita kunjungi. mulai dari wisata alam, bempat belanja, tempat nongkrong, area modern sampai kawasan berbau vintage dan art deco nya pun masih lengkap. tak heran jika banyak sekali turis yang mengunjungi. sebagai orang yang tinggal di ini kota yang di juluki kota kembang, tak jarang aku menyempatkan diri membuang penat dan sekedar ngebolang atau mini backpacking di daerah-daerah vital yang ada di Bandung. salah satu daerah ngebolang favorit ku itu kawasan seputaran alun2 Bandung, Jalan Merdeka, dan Braga.
    
      siapa sih yang gatau Braga? secara tempat ini terkenal bangeet. mengapa menjadi tempat favoritku untuk ngebolang? karena disini banyak view dan bangunan unik yang masih dipertahankan. bagiku ini segar, loh ko bangunan tua segar? iya lah. secara bandung sekarang itu disana-sini berjajar ribuan bangunan baru yang merlomba lomba menampilkan modernitas lewat arsitektur yang wah-wah-wah. bagus sih, tapi ada kalanya kita juga butuh suasana lain. iya toh?nah, di sepanjang kawasan Braga ini jangan aneh kalo banyak kamera atau artis yang gatau asalnya dari mana. soalnya emang tempat ini suka di pake buat pemotretan baik artis beneran maupun artis dadakan kaya ini nih,nih,nih,,,:D 

    yup, itulah contoh artis dadakan yang tadi aku bilang.selain itu, disini juga banyaaaaak banget anak nongkrong Bandung yang kalo kita ga hati-hati bisa salah jalan deh *loh ko salah jalan?*.... iya salah jalan,*translete it yourself*hmm,,, kalo aku liat sih orang-orang yang dateng kesini kebanyakan hedonisme gitu deh, gatau kenapa. itu cuman observasi aja. 
      
       setiap jalan-jalan kesini, ada beberapa hal yang selalu aku nikmati. pertama, jajaran toko2 tua di kanan kiri jalan yang selalu sepi. kadang aku berfikir ko mereka masih jualan aja ya dari dulu ampe sekarang padahal aku ga pernah lihat pengunjung yang datang berbondong-bondong ke toko mereka. atau, emang ada ya orang yang masih mau berkunjung ke toko lama kaya gitu yang bahkan catnya pun sudah usang? kita taulah jual beli telah tergantikan oleh mall mall besar dan Factory outlet yang lebih modern dan lebih bergengsi kata mereka.*mereka siapa?*atau mungkin toko2 itu ramenya tengah malem, aku pun tak terlalu tau... yah, tapi aku sih nikmatin aja suasana tuwek yang ada disini. barang2 yg dijual tu antik-antik deh. *nomu choae :D*
     
       ada satu toko buku favoritku disana, yang dulu ada di iklan SCTV,hhe. tau gak? tau gak apa namanya? makanya cari tau kesana dong :)yang kedua. hal yang menenangkan disini itu, mungkin ga biasa, tapi aku suka...tau ga jalanan disini beralaskan apa? disini itu jalanannya beralaskan lempengan batu yang tersusun rapi, ini hal yang sangat unik menurutku. karena di jalanan kota jarang sekali seperti itu. mungkin dulu batu2 itu tersusun rapat dan lebih rapi. seiring berjalannya waktu mungkin susunannya semakin longgar dan bergelombang. namun itulah yang aku suka. karena mereka tidak tersusun rapat maka setiap ada kendaraan yang melintas akan terdengar suara gemeretak yang unik dari jalan ini. mungkin bagi orang lain itu sangat menggangu, namun bagiku. itu indah.hehe.

       ketiga, barisan penjual lukisan di pinggiran jalan selalu ingin aku tanyai satu-satu. aku ingin tanya, ko bisa sih mereka pinter ngelukis lukisan yang detaiiiiiil banget. setiap kesana ada satu lukisan yang baguuuus banget tapi gatau kenapa belum ada yang beli juga. lukisan hmparan pepohonan dan sawah yang menghijau di barengi tumbuhan warna-warni yang srring aku cermati dalam-dalam setiap goresan tinta halusnya. benar2 reunceum sekali... tapi apa daya, budget pun tak ada untuk membelinya. seandainya ada juga kalo aku beli nih, terus aku bawa pulang, bisa bisa diketawain orang serumah ngapain bawa-bawa lukisan kaya gitu, atau malah di marahin abis-abisan gara-gara dianggap ga ada kerjaan,hahaha.
       ini bukan lukisan yang aku maksud, tapi lucu kan?hahahabanyak lagi deh hal-hal kecil yang menarik disana, tapi yang jelas jangan asal-asalan milih tempat makan, soalnya mahal-mahaaaaal.... >.<itu mungkin tadi hal-hal positif dari kawasan ini. ada sisi lain yang sering luput dari pengelihatan para pelancong disini. mungkin tanpa sadar banyak orang-orang yang bersenang senang tanpa peduli lingkungannya. di sepanjang jalan ini akan kita temui banyak pengemis dan orang gila yang berkeliaran. miris sekali rasanya.. setiap jalan-jalan pasti selalu ketemu orang gila,hadeeeeh. 

       kalo dipikir-pikir mereka itu berjuang keras hidup tertindas di bawah sepatu berhak tinggi yang lalu lintas di depan mereka. anak2 kecil kurus kering sering ku jumpai sedang tertidur di emperan toko dengan kardus dan gelas aquanya. betapa terlihat kesenjangan luar biasa disini. mereka tidak seharusnya berada disana. kemana orang tua mereka ?? mengapa membiarkan anak2 mereka tersiksa ditengah dunia gemerlap yang mungkin belum juga sepenuhnya mereka mengerti. aku tak yakin mereka mengerti apa yang mereka lihat dari lingkungan keras ini. lingkungan dengan sejuta kebahagiaan yang hanya mereka bisa lihat dari balik sedotan plastik . hufff...... 

        tak bisa sepenuhnya ku menyalahkan orang tua mereka, karena keadaannya sudah terlalu rumit untuk urusan seperti ini. akar masalah sulit untuk digali dengan saru jari saja.... tak banyak yang bisa kulakukan untuk mereka. menyenangkan mereka hanya bisa ku sampaikan lewat biji-biji perak yang kadang aku juga sadar aku tak terlalu membantu. tapi setidaknya suatu hari nanti aku ingin merubah nasib mereka...

      lihatlah tubuh kumal itu, tidakkah miris melihatnya.. hmmm.... jika saja sekarang aku telah mempunyai kekuatan yang cukup untuk membantu mereka, i will did it, i will, yes i will..


    lihatlah,, tangannya menggapai gapai surga dalam kelabu mimpinya.....disetiap jengkal tempat yang aku kunjungi pasti akan ada selalu pelajaran dan oleh-oleh berharga. disini aku belajar untuk tidak menuntut terlalu banyak akan hidup yang bahagia yang aku milki. hidup sederhana itu lebih baik. toh, hidup bermewah-mewah itu pada akhirnya akan menyusahkan kita juga. selama kebutuhan makan dan primer terpenuhi, aku sudah sangat bersyukur. di luar sana? anak kecil meraung-raung minta sebutir nasi untuk perut mungil yang sering berpuasa bahkan diluar bulan Ramadhan...alhamdulillah, hidupku masih lebih baik.kado dari sini, menghargai hidup, menghrgai lembaran kertas.......


mungkin cukup sekian ngebolang hari ini,,,, se u next time at different palces, babaaayy!!!

Jumat, 06 April 2012

Kejadian aneh, pelajaran, hantanam, lalu evaluasi



            Lingkaran mataku menghitam, ini hari kedua setelah kemarin demam dan flu brat menghantamku. Jam 3 pagi aku telah harus bergelut lagi dengan netbook untuk mengerjakan tugas yang sangat banyak. Lelah sekali rasanya beberapa minggu ini dipadati dengan tugas kuliah dan tugas pekerjaan. Menyiapkan materi untuk mengajar, belajar untuk uts, mengerjakan beberapa essay, tugas organisasi, dan proyek2 lainnya yang datang dalam waktu bersamaan. Berangkat pagi, pulang sore, tidur larut malam, dan bangun di pagi buta. Aku tau ini konsekuensi karena mengikat diriku dengan berbagai komitmen. Jarang sekali aku sakit, namun ketika datang lah penyakit itu, pastilah tidak biasa-biasa.
          
         Hari ini, bangun dari tidurku aku merasakan sakit di tenggorokanku. Aneh sekali, kemarin masih biasa saja. Ku raih air minum di ruang makan, namun perih ini kunjung hilang. Setelah ku ambil air wudhu, kuteruskan essay yang belum terselesaikan. Sekitar jam 8 pagi dengan tugas yang belum finished *juga* akhirnya aku berangkat kuliah dengan sahabatku. Sempat 6-7 kali bersin hebat namun aku tak menghiraukannya. Hari ini akan padat sekali, tak ada waktu untuk bermalas-malasan atau kalah dengan sakit yg aku rasakan. Aku kira sakit ini akan segera hilang karena kehausan saat tidur *hahah*. Kuliah reading berjalan lancar-lancar saja, namun setengah jam berlalu di kelas, aku merasa lelaaaah sekali, kantuk menyerang, bersin hebat pun sempat menggangguku belajar. ”ini hanya flu ringan” ucapku dalam hati. Selesai kuliah, sekitar jam setengah 11 aku kembali  didera bersin yang sangat hebat, aku tau ini pasti mengganggu orang-orang disekitarku. Aku masih harus bertahan karena ada tugas uts yang belum terselesaikan. Aku kumpulkan tenaga dan nongkrong dijurusan mengerjakan tugas bersama teman-teman. Tanpa sadar, aku menitikkan air mata. Hei, tapi aku tidak menangis!!... air mata ini mengalir begitu saja, dan lagi lagi bersin hebat datang sampai 4 kali.. ”HUAATTTCHIII” *sreuuk*..

          Hmm aku pasti terserang flu. Namun aku tau ini akan baik-baik saja. Tidak, ini tidak bisa baik-baik saja. Badanku panas sekali, tenggorokanku sakit. Aku rasakan amandelku membengkak. Tak tahan dengan rasa sakit ini, beberapa temanku menyarankan untuk pulang, tapi aku tak bisa, masih banyak tanggungjawab yang harus aku laksanakan hari ini. Ya Allah berikan hambamu ini kekuatan.. akhirnya aku tertidur di pundak Fiksi, demam tinggi namun aku diam saja. Kupakai jaket yang temanku pinjamkan padaku. Namun tetap saja dingin sekali rasanya. Setelah terbangun dari lelapku sesaat, aku melanjutkan kembali mengerjakan essay tersebut. Essay bahasa inggris. It’s okay, aku sudah mendapatkan idenya, namun bukan itu masalahnya, aku tidak menuliskan kaa-kata dengan benar. The words just  messed up. I didn’t arrange it properly. Hampir putus asa, aku terdiam. Jika aku tidak bisa mengalahkan ini, banyak tanggungjawab yang akan terbengkalai, banyak orang akan kecewa dan dirugikan, yang aku pikirkan saat itu adalah murid2 di tempat les…. Entah mengapa aku kecewa pada diri ini karena tidak bisa professional. I couldn’t manage myself this time.. akhirnya aku putuskan untuk tidak mengajar hari ini, awalnya tidak mungkin aku absen karena tidak ada guru pengganti. Aku ingin menangis saat itu.. tidak ada guru pengganti, itu berarti mau tidak mau bisa tidak bisa aku harus mengajar. Dengan kondisi seperti ini, aku tidak bisa. Bahkan berdiri saja rasanya tubuhku bergetar. Stress sekali rasanya. Beberapa saat berlalu, setelah mengusahakan akhirnya ada temanku yang bersedia menggantikanku mengajar. Alhamdulillah, lega sekali rasanya. I can’t take a deal with this illness more. Aku putuskan untuk pergi ke poliklinik kampus ditemani 2 sahabatku erna dan fiksi. Aku ingi sekali rasanya berbaring dan tidur. Namun setelah sampai di poliklinik, aku harus menunggu karena kami kesana di jam isirahat. Setelah sholat dhuhur, kami menunggu di lobby. 
      
               Akhirnya registrasi dibuka kembali. Aku berharap banyak disini meskipun harus menunggu lama, maklum lah indonesia. Apasih yang ga ngantri? Apasih yang ga lama dan dilama-lamain?. Aku kepikiran bagaimana jika ada pasien yang parah dan tidak kuat lagi. Apakah mereka juga harus menunggu selama ini juga? Bukankah segala sesuatu bisa saja terjadi bila tidak ditangani dengan cepat?sudahlah, aku bersabar. Setelah melakukan registrasi dengan petugas cowo yang rada rese, akupun harus menunggu kembali sesuai antrian. Ini kali kedua ku berkunjung ke poliklinik kampus. Hmm,,, sebenarnya aku tidak suka berada disini, aku kurang bersahabat dengan birokrasi dan menunggu, aku benci. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya namaku dipanggil. Aku kaget karena panggilan pertama ternyata hanya pemeriksaan tekanan darah. Aku sedikit heran dan bertanya-tanya. Untuk apa hanya pemeriksaan tekanan darah? Aku rasa ini sangat tidak efektif karena pasien harus menunggu lagi untuk pemeriksaan diagnosa penyakit dengan dokter di poli umum.


          Setelah menunggu *lagi* akhirnya giliranku untuk diperiksa. Masuk kedalam poli, dokter menanyaiku beberapa hal. Aku pun menceritakan apa yang aku rasakan. Seorang petugas yang tadi kulihat di bagian registrasi mengetuk pintu dan membukanya. Ditangannya ia membawa beberapa lembar kertas registrasi pasien.
 ”dokter, ini ada beberapan bonus”
 ucapnya sambil menyodorkan kertas-kertas antrian pada bu dokter. Dia maksud bonus itu kertas2 pasien tadi. Ya, memang aku melihat masih lumayan banyak kertas antrian pasien yang ada di meja sang bu dokter. Tak aneh jika petugas tadi bilang ada ”bonus”. Maksud yang aku tangkap sih bonus kerjaan sih kasarny.  Lalu, si dokter bertanya
 ”registrasi masih dibuka ngga?”.
 ”masih” jawab si petugas. 
”gimana dok, mau ditutup aja registrasinya?” lanjutnya.
             
Aku sih diam saja mendengarkan percakapan diantara mereka. Sebagai pasien aku hnya diam saja cuek tidak menghiraukan percakapan mereka, apalagi dengan demam yang aku rasakan. Malas sekali peduli dengan itu. Kembali ke percakapan mereka,
” ada bos gak? Kalo ada bos ya jangan ditutup, tapi kalo bos ga ada bilang ke petugas registrasi untuk tutup saja”. mereka lalu tertawa berdua dengan riangnya, aku? diam.

Deg, aku terperanjat mendengar ucapan sang bu dokter. What???, aku ga salah denger kan? Bu dokter, dengan santainya di depanku yang notabene adalah pasiennya dia bilang seenaknya begitu saja. Miris sekali rasanya.
 “ oke bu, siap kayanya ga ada ko”
 jawab si petugas sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan.
Ingin sekali rasanya aku keluar dari ruangan ini dan tak jadi berobat disini. Kalian tau maksudku kan? Apa yang sebenarnya mereka pikirkan? Bukankah itu adalah sikap yang sangat tidak pantas dilakukan seorang dokter? Bukankah seharusnya dokter bekerja dengan ikhlas dan menghormati hak pasien untuk memperoleh pelayanan selama jam kerja masih berlangsung? Masih banyak waktu aku rasa. Jam kerja pun masih ada. Mengapa pelayanan kesehatan seakan mereka monopoli dan permainkan sendiri? Masyaallah. Bekerja jika ada bos. Mau jadi apa negeri ini.. pantas saja banyak rakyat miskin yang tidak memperoleh pelayanan kesehatan dengan baik. Mungkin mereka mendapatkan nasib sama seperti pelayanan disini. Sungguh ironis, sebuah kejadian aneh hari ini..
   
             Setelah diperiksa, akhirnya aku mengambil obat dan segera pergi meninggalkan poloklinik tersebut. Kejadian itu mungkin akan menjadi alasan besar aku tak mau kembali lagi kesana. Okay aku masih terkena subsidi gratis karena aku mahasiswa baru. Tapi tetap saja jika pelayanannya seperti itu aku tak mau kembali kesana. Di luar hujan lebat sekali, tak mungkin aku pulang sekarang karena akan ada eapat sore ini, jadi sebaiknya aku menunggu pikirku. Akhirnya aku diajak sahabatku untuk menonton pentas sastra yang sebenernya aku sudah bilang tidak akan menontonnya. Tapi tak apalah, toh rapat masih lama. Akupun mengikutinya memasuki ruang pentas. Benar saja, aku tak betah disana. Selain ruangan pengap dan panas yang membuatku semakin sakit kepala, aku tak terlalu suka dengan pentasnya. Aku ingin keluar, akhirnya aku pun memutuskan untuk tidur saja selama pentas. Dalam tidurku aku bermimpi. Mimpi2 aneh yang biasa dialami orang yang panas tinggi. Suara2 dari pentas drama itu terbawa masuk ke mimpiku dan berakhir menjadi ceracau yang menyakitkan telinga. Aku terbangun dan mengajak temanku untuk keluar. Akhirnya kami pun keluar. Di luar masih hujan. Kami pun memutuskan untuk berlari menembus rapatnya rintikan hujan menuju masjid Al-Furqon. Mungkin hal yang bodoh dilakukan orang yang sedang demam dan flu untuk berpapasan dengan hujan. Namun aku memang tidak pernah ingin mengalah pada apapun, termasuk diriku sendiri. Hujan bukanlah apaapa bagiku. Sesampainya di Masjid, masih tersisa waktu sebelum rapat dimulai. Kami pun memutuskan untuk mengikuti kajian muslimah bersama the Ninih, aku semangat sekali karena sudah lama tidak bertemu dengan kajian seperti ini. Ya, bagaimana tidak, aku lebih menyibukkan diri dengan hal2 lain akhir2 ini. Di dalam masih sepi, kami memasuki ruangan dan duduk di barisan paling depan. Kajian hari ini bertemakan “remaja galau”. Wah, tak salah aku mengikuti kajian ini. Teh ninih dengan ketenangan dan wajah teduhnya mulai memberi materi dan menanyakan apa hal-hal yang biasanya membuat hati galau. aku tak terlalu fokus saat itu, tiba-tiba beliau bertanya padaku. Apa hal yang biasanya membuat aku galau. Spontan saja aku jawab ”ketemu dosen killer” ucapku. Loh, ko aku jawab gitu sih? Sebenarnya ada jawaban lain yang ingin aku sampaikan. Tapi ya sudahlah.


                 Ternyata teh ninih sedikit kaget dengan jawabanku, entahlah memang jawabanku terdengar bodoh,hahaha. Sepanjang kajian, aku merasakan cambukan hebat pada diri ini. Jawabanku tadi paling banyak disebutkan oleh beliau. Mungkin beliau merasa memang sedang ada yang aneh dengan ku. Aku merasakan beliau terus memperhatikanku sepanjang kajian.sedih sekali rasanya. Menyadari betapa akhir2 ini banyak kelalaian dan fluktusi terjadi pada diriku. Aku sadar, mungkin sakit yang ku rasakan ini adalah peringatan juga dari Allah SWT agara aku kembali mengencangkan keimanan, dan lewat kajian ini, aku terbangun dari mimpi dan kesibukanku selama ini. Ini lah cambukanku hari ini.
Pulang ke rumah, panasku tak kunjung turun. Padahaal kata dokter tadi ini hanya flu biasa jadi dia memberiku obat dengan dosis ringan dan obat biasa saja. Padahal tadi aku sudah meminumnya, tapi tak ada efek apa-apa. Dokter juga bilang amandelku sedikit meradang. Memang aku rasakan itu. Sakit sekali. Malam pun tiba, setelah obat keduaku, aku mencoba menutup mata. Namun tidak bisa. Hidungku tersumbat semua. Sepanjang malam aku meangis karena aku tak bisa bernafas dengan hidungku. Aku menangis. Badanku ngilu, demam, dan mampet. Ya Allah..... apakah ini. Pikiran aneh pun terus terngiang-ngiang di otakku saking hebatnya sakit ini. Aku coba untuk jalan-jalan mengelilingi rumah berharap hidungku tak tersumbat lagi. *aku tak tau apa hubungannya hidung dengan jlan-jalan* ya, aku sudah putus asa mau ngapain lagi. Tidur salah, bangun salah, sikap lilin apalagi. Aku sadar lagi. Aku kurang bersyukur akhir akhir ini akan nafas yang senantiasa kuhirup dengan bebas menggunakan kedua lubang hidung ini. 
           
               Memang manusia jarang sekali mensyukuri nikmat sehat yang mereka peroleh.Aku pun benar-benar menangis. Bagaimana tidak. Aku hampir tidak bisa bernafas. Udara yang ku hirup lewat mulut tak begitu berpengaruh pada paru-paruku yang berteriak minta oksigen. Waktu menunjukkan pukul 10 malam. Antara rasa kantuk hebat dan kesulitan bernafas. Pikiran aneh sering menghampiriku. Aku takut untuk tidur, aku takut memejamkan mata. Aku takut, jujur aku takut jika tak bangun lagi. Astagfirullah... apa yang terjadi denganku. Hei, baru sakit segini saja! Jangan manja!. Aku berteriak pada diriku. akhirnya akupun tertidur. Meski tak bisa nyenyak dalam tidurku. Jam 1 malam aku terbangun lagi. Terbangun oleh rasa dingin yang menusuk tulangku. Malam2 seperti ini aku putuskan untuk memasak air hangat. Sendiri. Minum obat lagi berharap panasku akan turun. Berharap sakit kepala ini akan mereda. Tak ada reaksi obat apa-apa sampai saat ini. Apa penyakitku yang terlalu bandel atau obatnya yang tidak manjur? Aku jadi teringat pelayanan yang aku terima di poliklinik tadi. Aku jadi sangsi aku diberi obat yang tepat. Akhirnya aku putuskan untuk membeli obat sendiri di apotik esok paginya. Setelah minum obat yang aku beli, berangsur2 panasku turun. Seharian dengan panas tinggi membuat badanku sakit semua. Panasku reda, hidungku mereda. Aku sadar obat kemarin memang tidak bereaksi. Entahlah. Aku tak mau berkomentar.ketika berangsur flu mereda. Lain halnya dengan rasa sakit di tenggorokanku. Aku rasakan semakin sakit di dalam sana. Suaraku hilang, serak. I can’t even produce any voices. Radang tenggorokan. Aku tau itu. Ini bukn kali pertama atau kedua aku mengalaminya. Sudah sering seperti iini. Yah,, tak aneh. Memang kemarin2 aku tidak menjaga makanaku.


"Sehat itu nikmat ketika kita merasakan sakit. Syukur itu kebutuhan jika kita sadar ketidakbersyukuran kita akan merugikan diri sendiri".



         Mengikat dirimu dengan berbagai komitmen itu berarti kau harus lebih menjaga dirimu karena kau adalah bagian dari orang banyak. Bukan berarti aku merasa dibutuhkan orang banyak. Tapi memang benar ketika satu komitmen kau ikatkan pada pundakmu, maka kesehatanmu adalah kebutuhan orang lain juga. Bertanggung jawab pada kesehatan pribadi bebarti menunjukkan bahwa dirimu professional dan proporsional. Berarti aku belum bisa seperti itu. Karena buktinya aku masih belum bisa bertanggungjawab menjaga kesehatanku. Sekarang, aku  mulai pulih.. istirahat 3 hari di rumah itu membosankan. Kuputuskan untuk menulis cerita ini, yang itdak jelas apakah jurnal, cerpen, atau artikel. Atau mungkin ini hanya ocehan yang berserakan di otakku.
Hanya ingin mengusir rasa jenuh saja. Semoga bisa mengingatkanku kapan saja aku lalai. Semoga bisa diambil pelajaran dari semua kejadian kemarin. Tak ada maksud apapun untuk memojokkan suatu pihak atau menginterferensi siapapun. Aku hanya ingin berbagi. Semoga kalian tidak lupa bersuyukur dengan nafas yang masih berganti. Dan sehat yang masih berdiri.



Duaribudelapanpuluhtujuh kata berakhir disini. Sampai jumpa…

Sabtu, 24 Maret 2012



KONSEP DIRI

Kali ini, saya akan membahas tentang konsep diri.  Bagaimana sih kita dalam pandangan diri, orang lain, dan diri yang kita harapkan? Bagaimana seharusnya menjadi pribadi yang seimbang sesuai harapan pribadi muslim? Insyaallah akan dibahas dalam artikel ini. Namun sebelumnya, akan ada beberapa instruksi yang diberikan dalam materi ini. Harap lakukan instruksi yang diberikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan membaca!!. Tidak wajib sih, tapi kalau pembaca sekalian ingin tau tentang diri masing-masing, just follow the instructions below..^.^
Bismillahirrahmanirrahim.
Siapkan alat tulis^^
Lakukan tiga langkah berikut :
v  Langkah 1 : Fikirkan macam macam binatang, bayangkan dan pilih satu KEMUDIAN …
TULISKAN !!!
v  Bayangkan lagi macam-macam binatang selain yang sudah di tuliskan, KEMUDIAN …
Pilih binatang yang kedua, TULISKAN !!!
v  Ulangi sekali lagi,
Pilih binatang KETIGA, TULISKAN !!!
Terimakasih,^^ sekarang simpan dulu daftar ketiga binatang tersebut. Mari kita lanjutkan ke pembahasan berikut.
Kawanku, Sadar atau tidak, diri kita sebenarnya punya lebih dari 1 karakter. At least tiga karakter berbeda,  tenang, bukan berarti berkepribadian ganda. Tapi, karakter kita akan berbeda dari tiap persepektif. Tergantung dimana kita berada dan siapa yang melihat diri ini.  mau tau apa aja ketiga persepektif diri tersebut??
Yang pertama:
1.       Aku Diri: Aku seperti yang aku pahami
What does it means? aku diri berarti, bagaimana sih kita melihat diri ini lewat perspektif diri sendiri?? Menurut kamu, kamu itu orang seperti apa sih? Baik, bertanggungjawab, egois, atau apa? Think about it. And make a list


2.       Aku Sosial: Aku seperti yang dipahami oleh orang lain yang ada di sekitarku
Coba Tanya teman kamu, atau ingat2 apa sih yang pernah mereka katakana tentang dirimu? Bagaimana karaktermu? Itulah diri kamu dalam pandangan lingkungan social disekitarmu..
Biasanya aku diri dan aku social akan berbeda.


3.       Aku Ideal: Aku yang aku inginkan
Aku ideal adalah form lain dari dirimu yang kamu inginkan. Misalnya ketika kamu sadar akan sikapmu sekarang. Ada sisi baik, ada sisi buruk, atau saat termotivasi oleh orang lain. Dan kamu ingin berubah seperti itu, menjadi lebih baik menurut ukuran keidealnmu. Itulah yang dinamakan aku ideal. Dirimu seperti apa sih yang kamu inginkan? Karakter apasih yang ingin kau tanamkan dalam dirimu? Kurang lebih seperti itulah.  

Nah, akumulasi dari ketiga konsep Aku tadi akan membentuk cara kita memahami diri. Maksudnya apa sih? Jadi, ketika kamu menjadi seorang yang  terlalu “aku diri”, maka kamu akan menjadi egois, dan terkesan angkuh. Namun bagusnya, dilain pihak kamu adalah orang yang teguh pendirian dan tidak mudah goyah akan komentar negative orang sekitar. Bagaimana dengan “aku social”? Jika terlalu aku social, maka kamu akan menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan plin-plan. Komentar dari luar akan kamu jadikan acuan sehingga seringkali orang yang terlalu aku social susah menemukan jati dirinya sendiri.
Next, orang yang terlalu “aku Ideal”. Karena mereka terlalu fokus terhadap keidealan mereka, maka orang-orang yang terlalu aku ideal akan sulit berinteraksi dengan orang lain. Karena mereka akan selalu mencari dan menuntut keidealan dari lingkungan mereka. Namun mereka seringkali malah merasa kecewa dalam pencarian keidealan itu di lingkungan mereka karena sesungguhnya kita hidup didunia yang penuh dengan ketidakidealan.

Mari kita saksikan Cuplikan berikut yang menggambarkan seseorang yang terlalu “aku sosial”


pelajaran apa yang bisa kita ambil dari cuplikan diatas?
pelajaran pertama, kepemilikan barang tidak akan mengubah konsep diri kita. ketika sang domba kehilangan bulunya, ia tetap saja domba. tetap pada konsep diri yang sama. bedanya dia tidak mempunyai bulu. sadar tidak kawan?terkadang kita kehilangan kepercayaan diri ketika kehilanagn sesuatu. ketika handphone kita, laptop, motor atau barang lainnya hilang kita sering merasa bahwa sebagian dari diri kita terambil. kepercayaan diri terambil karena hal seperti itu. padahal, seharusnya tidak begitu. karena  kepemilikan barang tidak akan mengubah konsep diri kita. dengan kekayaan atau tidak, kamu ya tetap kamu.


sekarang coba kwan ambil daftar ketiga binatang yang telah ditulis tadi.
apa yang tertulis disana?
bagaimana karakter hewan nomor pertama yang kalian pilih?
bagaimana karakter hewan kedua yang kalian pilih?
bagaimana karakter hewan ketiga yang kalian pilih?


TEMAN-TEMAN BOLEH PERCAYA ATAU TIDAK, INI HANYA TES PSIKOLOGI....
 namun jika tadi teman2 melakukannya sungguh-sungguh, insyaallah hasilnya akan akurat.
percaya atau tidak, ternyata ketiga hewan yang kita pilih tadi mewakili tiga simbolisasi konsep diri kita:
  • hewan pertama mewakili aku diri
  • hewan kedua mewakili aku sosial
  • hewan ketiga mewakili aku ideal
misalnya jika kamu memilih,
hewan pertama: ulat. itulah konsep diri kamu sebagai "aku diri". kamu beranggapan bahwa diri kamu biasa saja, bahkan mungkin banyak orang yang tidak suka dan benci.... namun di luar itu, seperti layaknya ulat yang bermetamorfosis, ia akan menjadi kupu-kupu yang indah.berarti kau menanggap dirimu tak ada apa-apanya. padahal dibalik itu semua ada sesuatu yang besar menunggu metamorfosismu.
begitulah kira-kira...


ok sekarang kamu bisa berespektasi sendiri bagaimana ketiga konsep dirimu..
 Dalam Islam kita diajari prinsip keseimbangan bahwa dua-duanya (aku diri dan aku sosial) bisa benar dan bisa salah. Jadi yang menentukan adalah Model Manusia Muslim yang kita inginkan sebagai aku idealnya.


Sekarang kita Usahakan untuk menjadi pribadi Muslim


Aku diri: pemahaman diri yang efeknya memberikan ketenangan karena kita memahami diri kita
Aku sosial: memberikan rasa penerimaan,apakah kita diterima dalam kehidupan sosial atau tidak.
Aku ideal: bagaimana kita menjadi benar.


muslim yang ideal akan pula menyeimbangkan antara do'a dan usaha dalam kehidupannya. tidak ada sesuatu hal apapun terlepas dari do'a dan usaha. kita harus belajar pada filosofi burung yang selalu berangkat dipagi hari dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang. memang kita sebagai manusia tidak boleh terlepas dari do'a . begitu pula halnya dengan sang burung.  taukah kawan?, burung tersebut buka PNS yang terjamin digaji, mereka harus berusaha untuk pulang dalam keadaan kenyang. apa artinya? do'a dan usaha adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.
jadilah manusia dengan konsep diri yang seimbang. bukan hanya seimbang konsep diri namun seimbang antara urusan dunia dan akhiratnya. ^^




semoga bermanfaat 
dikutip dari materi konsep diri 

Kamis, 23 Februari 2012

menulis sajalah


Did you know what the power of writing is? I loved to write since I was at junior high school. And I become more interested now. By writing, we can share all of ideas we have...so far, I’ve been wrote any articles, poems and short story. I like to share my creativity through my writing. Now, I am studying at Indonesia University of education. And I realize that there is another excitement in writing.  I realized it just in few months ago.  Sometimes I do writing when there is nobody to be trusted. And I’m totally trust my writing. It never gets bored whatever I told the extra boring story or when I talked about the same people for more than hundred times. My writing never interrupted me. Aren’t they?
Nobody has a right to judge someone’s writing. You are allowed giving comments but you have no right to banned them. My writing is mind. And your writing is yours, no matter what it is about. Just feel free to write all of your ideas. J
 But actually it is not as easy as I think to be a writer. Since I join writing class with my beloved lecturer, I (again) realized that I still have a lot of weakness in my writing. What a fool me that I realized it just now. If I aware of it earlier maybe I will be a success writer now (ha-haJ). I am majoring English language and literature now. And I know that the most important contribution that I can give to my major area (linguistics) when I passed from here is contributed at least for my own University, or maybe in another institution of education.

Kamis, 09 Februari 2012

hailstones

10 february 2012

today, i'm so amazed. i was watching movie in my friends' dorm, we were so serious watching that horror movie. the weather was so hot in the morning today. but, in about 13.00 o'clock the thunder was appeared.
 we still concern at the movie. suddenly, rain came down.. it's not a big rain at the beginning. but after 5 minutes later, the rain was getting heavier, it's so noisy at the roof. there's  no matter at first, but the sounds went noisier and awkward. we went outside and watched an ice rain,,,,,, i dont know but,suddenly my body was trembled and i just can say, Subhanallah....
actually, this is not the first hailstones in bandung, but this is my first time lookin that phenomena. 

Rabu, 08 Februari 2012

Out of the Box


2 Februari 2012
By: Nobella
Banyak sekali Perguruan Tinggi yang mempunyai potensi di Indonesia, namun mengapa PT Indonesia sulit diakui oleh bangsa lain?.  Saya sangat setuju dengan pernyataan penulis buku Pokoknya Menulis, Alwasilah dalam wacana yang berjudul “Membangun Mesin Reproduksi Pengetahuan”.  Dalam wacananya, beliau mengatakan bahwa memang PT di Indonesia cenderung memperhatikan aspek keunggulan fisik kampus dan kuantitas lulusannya saja dibandingkan dengan produktivitas dan kualitasnya.  Produktivitas para lulusan PT di Indonesia memang belum maksimal.  Kreativitas mereka sebenarnya sangat potensial.  Namun memang orang Indonesia belum terlatih untuk berpikir out of the Box.  Sehingga ide-ide brilian seringkali hanya berakhir menjadi wacana di kepala dan hilang sebelum ditumpahkan dalam barisan tinta. Jika saja dari mulai sekolah dasar para guru melatih cara berpikir ini, maka imajinasi dan kreativitas akan terasah maksimal dan dapat mengalir menjadi karya-karya besar.  Kita memang cenderung terkukung oleh paradigma yang terkadang mengerdilkan nyali dan percaya diri.
Tidak sedikit sarjana yang bingung mencari penghasilan setelah lulus kuliah.  Padahal jika para sarjana di Indonesia dibiasakan untuk proaktif dalam menulis dan menciptakan karya fisik dari tangan-tangan mereka, justru saya rasa penghasilan bukan lagi hal yang sulit untuk dicari. Karena dari menulis dan berkarya itulah mereka bisa berpenghasilan.  Disamping itu, keuntungan proaktifitas dalam menulis akan membuat ilmu yang mereka dapatkan sebagai lulusan sarjana akan terpakai dan berkembang secara continue dan kontributif bagi perkembangan informasi pengetahuan di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya.
Komentar mengenai  wacananya diatas, Alwasilah juga berkoar dengan  lugas dan gamblang. Berbagai opini pun beliau sajikan dengan bahasa yang terang-terangan tanpa ada kesan menutup-nutupi pendapatnya.  Hal tersebut membuat pembaca seakan terbawa oleh kata-kata dan ajakan untuk menulis secara proaktif.  Terlihat bahwa sedikit-demi sedikit wacana beliau membawa kita secara persuasif dan halus disela-sela bukti yang beliau sajikan, meyakinkan kita untuk menulis.  Saya rasa hal tersebut berhasil beliau bawakan kepada pembaca karena tidak hanya fakta-fakta tentang keterpurukan minat menulis di Indonesia saja yang disajikan, melainkan tips-tips menulis dengan metode kolaborasi yang mudah dan membangun. 


*wacana dapat di lihat di buku Pokoknya Menulis karya A. Chaedar Alwasilah

[Ditulis dengan ilmu baru dari dosen yang luar biasa ]